Rabu, 14 Maret 2012

stadion- stadion hijau yang ramah lingkungan di dunia

Akhir-akhir ini konsep greenlifestyle, eco-friendly atau apapun istilahnya sedang booming di seluruh dunia bahkan menjadi gaya hidup baru. Bidang arsitektur juga tidak luput dari trend tersebut, dilihat dari semakin maraknya konsep bangunan atau rumah yang ramah lingkungan dan hemat energi.
Berikut adalah sebagian contoh dari bangunan berkonsep hijau yang merupakan stadion-stadion olahraga. Tidak hanya megah dan indah namun juga ramah lingkungan.


Quote:
Original Posted By 


Quote:
Original Posted By 
Garden Stadium, Dalian, China.
Spoiler for : 

Ini adalah konsep proposal yang ditawarkan untuk renovasi stadion lama kandang klub Dalian Shide. Konsepnya adalah dengan meniru taman, yaitu pemasangan 'dinding hijau' yang juga berfungsi sebagai filter udara, mengurangi dampak efek rumah kaca dan isolasi yang baik. Atapnya terdiri dari kabel dan kain yang fleksibel. Pada dindingnya ditanam tanaman hidup yang akan berubah tergantung musim. Selain itu, pencahayaan menggunakan LED raksasa yang energinya bersumber dari kincir angin dan panel surya yang dipasang di seluruh bagian stadion.


Quote:
Original Posted By 
National Park, Washington DC, USA.
Spoiler for : 

Stadion ini adalah kandang dari klub baseball MLB, Washington Nationals. Stadion ini menggunakan pencahayaan yang efisien dan sistem filtrasi air yang modern. Sistem dapat memisahkan air yang terfiltasi dengan air hujan yang sama-sama digunakan untuk merawat rumput stadion.


Quote:
Original Posted By 
World Games Stadium, Kaohsiung, Taiwan.
Spoiler for : 

Design dari stadion ini sangat unik yaitu atapnya menyerupai ular naga. Tidak hanya menarik, atap tersebut juga terdiri dari ribuan panel surya yang menghasilkan energi listrik yang cukup besar bahkan untuk dijual kembali ke kota. 


Quote:
Original Posted By 
Incheon Stadium, Incheon, South Korea.
Spoiler for : 

Ini adalah rancangan stadion yang rencananya akan digunakan pada Asian Games tahun 2014. Berkapasitas 70.000 tempat duduk yang akan dipangkas menjadi hanya 30 ribu setelah AG berakhir untuk dijadikan taman kota.


Quote:
Original Posted By 
Melbourne Rectangular Stadium, Melbourne, Australia.
Spoiler for : 

Stadion dengan bentuk seperti gelembung air yang menggunakan lebih sedikit bahan baja daripada stadion lain. Stadion ini dilengkapi dengan lampu LED, sistem penampung air hujan dan sistem ventilasi alami yang mengurangi ketergantungan terhadap listrik.


Quote:
Original Posted By 
Franco Sensi, Rome, Italy.
Spoiler for : 

Konsep blueprint dari stadion baru di kota Roma. Stdion ini akan dilapisi dengan panel surya yang menutupi seluruh bagian luar stadion. 


Quote:
Original Posted By 
Tokyo Olympic Stadium, Tokyo, Japan.
Spoiler for : 

Konsep stadion baru yang akan menggunakan sel tenaga surya sebagai satu-satunya sumber energi listrik di stadion. 


Quote:
Original Posted By 
New Meadowlands Stadium, New York, USA.
Spoiler for : 

Merupakan rancangan kompleks olahraga yang dalam pembangunannya akan menggunakan besi daur ulang, beton ramah lingkungan dan tempat duduk yang terbuat dari plastik daur ulang.


Quote:
Original Posted By 
2014 Winter Olympic Stadium, Sochi, Russia.
Spoiler for : 

Daya tarik utama dari stadion ini adalah dinding yang dilapisi bahan seperti kristal yang tembus cahaya ketika siang dan akan menyala ketika malam hari. Stadion ini juga akan menggunakan bahan material modern, struktur yang ringan, pencahayaan dan ventilasi alami.


Quote:
Original Posted By 
Shanghai Stadium, Shanghai, China.
Spoiler for : 

Stadion ini sebelumnya menggunakan pemanas berbahan bakar minyak yang mengkonsumsi 2500 tons bahan bakar setiap tahun. Namun sistem pemanas tersebut diganti dan dikonversi dengan sistem yang lebih ramah lingkungan.


Quote:
Original Posted By 
London 2012 Olympic stadium, London, UK.
Spoiler for : 

Stadion ini dibangun dengan memakai bahan-bahan material yang ramah lingkungan seperti polimer yang didaur ulang.


Quote:
Original Posted By 
Cowboys Stadium, Dallas, USA.
Spoiler for : 

Stadion ini dibangun dengan tujuan untuk mengurangi limbah padat sebesar 25%, penggunaan energi sebesar 20% dan penggunaan air sebanyak 1 juta galon per tahun. Stadion ini juga menggunakan energi terbarukan, dan plastik daur ulang sebagai bahan pembuat kursi dan lapangan.


Sumber

Minggu, 11 Maret 2012

it's the best day ever

hari yg sangat mengesankan walau capek sih sebenernya :D
jdi di kukuhkan pada jam 02.00 wib :*
gembiraaaa bgt deh bisa ngucap sesuatu itu hahaha

gaun pernikahan terindah

 Kate Middleton akan mengikat janji suci pernikahan dengan Pangeran William, calon pewaris tahta Kerajaan Inggris, hari ini. Berbagai macam teka-teki belum terungkap termasuk bagaimana penampilannya dengan gaun pengantin.

Namun, dapat dipastikan wanita cantik yang telah menemani William selama tujuh tahun ini akan tampil menawan seperti lima pengantin kerajaan berikut, yang dilansir dari Shine. Gaun pengantin para putri ini merupakan gaun-gaun yang paling indah.

1. Ratu Rania dari Yordania
Secantik hatinya, Ratu rania dari Yordania menikahi Raja Yordania Abdullah bin Al-Hussein pada 1993. Ratu Yordania ini tampil menawan dalam balutan gaun bertahtakan emas rancangan Elie Saab.
Ratu Rania (kiri) dan Putri Grace (kanan)

2. Putri Grace dari Monaco
Grace Kelly yang merupakan artis Hollywood, menjadi putri setelah menikahi Pangeran Rainier III dari Kerajaan Monaco pada 1956. Kecantikan Grace memancar dengan balutan gaun pengantin unik rancangan Halen Rose.

3. Putri Maxima dari Belanda
Pada 2002, seorang pegawai bank asal Argentina menyatakan bersedia menikahi Pangeran Willem-Alexander dari Kerajaan Belanda. Dia terlihat memukau di depan altar dengan berbalut gaun sutera warna gading rancangan Valentino yang dihiasi buntut sepanjang 5 meter.
Putri Marie (kiri) dan Putri Maxima (kanan)

4. Putri Marie dari Denmark
Gaun Putri Marie sangat elegan dan modern. Tampil sangat cantik pada hari pernikahannya dengan Pangeran Joachim dari Kerajaan Denmark pada 2008. Ia tampil memukau dengan gaun rancangan Arasa Morelli.

5. Putri Diana dari Wales
Dunia jatuh cinta dengan Puteri Inggris ini. Ia sangat memukau ketika berjalan menuju Pangeran Charles yang sedang menunggunya di altar. Gaun rancangan David dan Elizabeth Emanuel mempercantik penampilannya pada hari besar Inggris tersebut pada 1980.

Gaun pengantin Putri Diana

Lalu, bagaimana penampilan dan gaun pengantin Kate Middleton di hari besarnya? Semua teka-teki itu akan terjawab dalam beberapa jam lagi. (umi)
• VIVAnews 

ice cream terbesar didunia

Perusahan es krim Kanada, Dairy Queen, sejak setahun yang lalu telah mempersiapkan sebuah even untuk mencatatkan diri di buku record dunia. Even ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun perusahan yang ke 30 tahun.

Prestasi menjual 52 juta kue es krim harus dirayakan,” kata Denise Hutton – wakil presiden pemasaran Dairy Queen. “Untuk itu kami telah merencanakan untuk mencatatkan diri di Guinness World Record sebagai pembuat cake es krim terbesar sedunia.
Puluhan koki bekerja sepanjang hari mengolah 9000 kg es krim, 91 kg bolu, 136 kg Oreo menjadi sebuah cake es krim disaksikan oleh panitia pencatat rekor dunia dan pengunjung Yonge & Dundas Square di Toronto.
Setelah cake selesai dan diakui oleh Guinness World Record, kue ini dibagi-bagikan kepada para pengunjung. “Kapan lagi bisa makan cake es krim sepuasnya,” kata mereka. Semua keuntungan dari pembuatan cake ini disumbangkan untuk yayasan anak cacat Children’s Miracle Network.

Jumat, 02 Maret 2012

film animasi dari masa ke masa

Animasi secara sederhana bisa kita katakan sebuah ilustrasi atau gambar yang dicetak dalam frame demi frame. Tiap-tiap frame memiliki gambar yang berbeda (nyaris sama) satu sama lain sehingga jika diproyeksikan (bergerak secara cepat) terciptalah ilusi pergerakan gambar. Perkembangan teknik animasi dari masa ke masa demikian pesat. Sejak awal kali pertama para pembuat animasi langsung menggambar pada frame filmnya hingga kini telah menggunakan teknologi digital. Dari animasi dua dimensi (2-D), lalu animasi stop-motion, kini berkembang menjadi animasi tiga dimensi digital (CGI). Batasan film animasi juga semakin “kabur” karena teknik animasi kini lazim digunakan sebagai efek visual untuk film-film non-animasi, seperti sering kita lihat pada film-film fiksi ilmiah serta fantasi.

Animasi juga sering disebut sebagai atribut genre. Animasi bukanlah genre namun lebih tepatnya merupakan sebuah teknik. Film animasi memiliki jangkauan wilayah cerita serta genre yang luas, seperti drama, fiksi-ilmiah, perang, fantasi, horor, musikal, hingga epik sejarah. Walau bisa dinikmati oleh semua kalangan, film animasi juga identik sebagai film hiburan anak-anak karena pada kenyataannya sebagian besar film yang diproduksi memang ditujukan untuk anak-anak. Dalam beberapa kasus seperti di Jepang misalnya, film animasi juga diproduksi untuk segmen penonton dewasa.

Awal Perkembangan Animasi


Spoiler for klik:

..
Sejak awal ditemukannya sinema, para pembuat film telah menggunakan teknik animasi untuk menghasilkan efek visual, seperti ledakan, roket, serta benda terbang lainnya dalam film-film mereka. Film animasi penuh pendek pertama dengan format film standart tercatat adalah Humorous Phases of Funny Faces (1906) yang diproduksi oleh kartunis surat kabar Amerika, J. Stuart Blackton. Film animasi ini menggambarkan seorang kartunis yang tengah menggambar wajah di sebuah papan tulis. Di wilayah Eropa film animasi pendek Fantasmagorie (1908) karya Émile Cohl asal Perancis tercatat sebagai salah satu film animasi tertua. Sementara film animasi panjang pertama adalah El Apóstol (1917) karya Quirino Cristiani, animator asal Argentina. Animasi stop-motion “3-D” pertama tercatat adalah The Grasshopper and the Ant (1911) dan The Cameraman's Revenge (1911) karya animator Soviet Wladislaw Starewicz. Pada periode film bisu ini, film-film animasi berkembang demikian pesat hampir di seluruh negara di dunia baik di Asia, Eropa, dan terutama di Amerika.

Spoiler for klik:


Karakter animasi pertama yang sangat berpengaruh dan sukses adalah Gertie, si Brontosaurus dalam Gertie the Dinosaur (1914) yang filmnya berisi sebanyak 10.000 frame gambar. Sang kreator adalah animator komik kenamaan harian New York Herald, yakni Winsor McCay. Beberapa tahun kemudian karakter populer, si kucing Felix karya animator Otto Messmer, muncul pertama kali dalam film Feline Follies (1919) dan Musical Mews (1919). Kucing superstar ini muncul dalam ratusan film pada satu dekade ke depan dan tercatat merupakan karakter animasi pertama yang sukses menjadi merchandise. The Last Life (1928) tercatat sebagai film animasi Felix terakhir yang popularitasnya semakin menurun karena munculnya teknologi suara dan kalah bersaing dengan superstar Walt Disney, Mickey Mouse. Sementara animator legendaris Walt Disney semasa era film bisu ini tercatat telah sukses dengan seri kartun Alice serta Oswald, Si Kelinci.

Animasi di Era Awal Film Bicara

Spoiler for klik:


Datangnya teknologi suara pada akhir dekade 20-an semakin mendukung perkembangan film animasi. Pada tahun 1928, Ub Werks, animator studio Disney mengembangkan karakter baru sebagai pesaing karakter Felix The Cat. Karakter animasi populer, Mickey Mouse muncul pertama kali dalam Plane Crazy (1928) serta diikuti Steamboat Willie (1928). Dalam Steamboat Willie, karakter Mickey telah muncul bersama pasangannya Minnie, yang suara keduanya diisi sendiri oleh Walt Disney. Steamboat Willie juga tercatat sebagai film animasi pertama yang menggunakan sinkronisasi suara. Film ini merupakan landmark bagi perkembangan film animasi sekaligus pemicu sukses karakter si tikus setelahnya. Dalam perkembangan selanjutnya Walt Disney berkembang menjadi studio pelopor yang paling sukses memproduksi film-film animasi.

Spoiler for Pict BWK:


Tidak kalah dengan Disney beberapa studio kompetitor lainnya turut mengembangkan beberapa karakter animasi yang masih dikenal hingga kini. Fleischer Brothers adalah empat bersaudara yang bertanggungjawab mempopulerkan karakter-karakter populer seperti Bimbo, Betty Boob, hingga Popeye. Si seksi Betty Boob mulai populer dalam film Silly Scandals (1931) namun setelah sukses dengan beberapa filmnya karakter ini mulai memudar setelah munculnya lembaga sensor film. Sementara karakter Popeye muncul pertama kali bersama Betty Boop dalam Popeye the Sailor (1933). Sejak tahun 1938, Popeye menggantikan Mickey Mouse sebagai karakter animasi paling populer di Amerika yang bertahan hingga dua dekade ke depan. Fleischer Brothers bersama DC Comics kelak juga mempelopori film animasi superhero populer, Superman (1941) yang diikuti belasan seri lainnya.

Periode Emas Film Animasi di Era Klasik

Spoiler for klik:


Selain sukses dengan seri Mickey Mouse, Disney juga sukses besar dengan seri kartun Silly Symphony. Seri pertamanya adalah Skeleton Dance (1929) dan kemudian berlanjut sampai dengan 70 episode lebih hingga tahun 1939. Selama satu dekade ini seri Silly Symphony juga sukses menyabet tujuh Oscar untuk kategori animasi pendek terbaik. Flowers and Tree (1932) adalah peraih Oscar pertama untuk studio Disney serta tercatat sebagai film animasi pertama yang menggunakan teknologi tiga warna (technicolor). Seri yang paling populer adalah The Three Little Pigs (1933) dengan lagu hit-nya Who’s Afraid of the Big Bad Wolf?. Pada era 30-an ini pula ikon populer Disney lainnya mulai bermunculan, yakni Pluto, Goofy, serta Donald Duck.

Spoiler for klik:


Walt Disney meraih kejayaannya pada akhir dekade 30-an hingga 50-an melalui belasan film animasi panjangnya. Disney mengawali rentetan suksesnya melalui animasi klasik, Snow White and the Seven Dwarfs (1937) yang tercatat sebagai pencetak keuntungan terbesar pada tahun rilisnya. Film yang merupakan perpaduan roman, fantasi, serta musikal ini menjadi formula dasar bagi film-film klasik Disney berikutnya, seperti Pinocchio (1940), Bambi (1942), Cinderella (1950), Alice in Wonderland (1951), serta Sleeping Beauty (1959). Disney juga melakukan terobosan besar melalui film termahalnya saat itu, yakni Fantasia (1940) yang merupakan perpaduan harmonis antara musik klasik dengan animasi.
..
Studio Warner Bros. (WB) bersama tim animatornya, Isadore "Friz" Freleng, Bob Clampett, Chuck Jones, serta Tex Avery, bersaing dengan Disney melalui seri kartunnya yang ekstrem, brutal, serta “sadistik” yang memang ditujukan untuk penonton dewasa melalui seri Looney Toons dan Happy Harmonies. Melalui seri inilah ikon-ikon kartun klasik seperti Porky Pigs, Bugs Bunny, Elmer Fudd, Duffy Duck, Sylvester, Tweety, Speedy Gonzales, Road Runner, hingga Coyote mulai muncul. Mel Blanc juga dikenal sebagai pengisi suara nyaris semua ikon kartun WB tersebut. Sementara karakter kartun eksentrik WB lainnya, yakni Pink Panther baru muncul pada awal dekade 60-an.

Spoiler for klik:


Sementara itu studio MGM bersama William Hanna dan Joseph Barbera menjadi rival serius Disney dan WB melalui seri kartun populernya, Tom & Jerry. Dua karakter ini muncul pertama kali dalam Puss Gets the Boot (1940). Sukses film ini berlanjut hingga dua dekade ke depan yang diproduksi hingga lebih dari seratus judul. Karakter kucing dan tikus ini mampu mendobrak dominasi Disney dengan meraih Oscar (animasi pendek terbaik) lebih banyak dibandingkan seri kartun lainnya. Dalam dekade 40-an saja tercatat ada lima judul film yang meraih Oscar yakni, Yankee Doodle Mouse (1943), Mouse Trouble (1944), Quiet, Please! (1945), The Cat Concerto (1946) serta The Little Orphan (1948).
..
Pada periode ini teknik animasi stop-motion juga populer yang dipelopori oleh Ray Harryhausen, yang dijuluki pula bapak animasi stop-motion. Teknik ini sering digunakan sebagai efek visual dalam film-film fiksi ilmiah untuk menggambarkan karakter raksasa, monster, makhluk angkasa, dan lain sebagainya. Ray mulai terlibat produksi animasi stop-motion dalam Mighty Joe Young (1949), dan namanya mulai dikenal setelah bekerja dalam film-film sukses seperti Earth vs. The Flying Saucers (1956), The 7th Voyage of Sinbad (1958), Mysterious Island (1961), serta Jason and the Argonauts (1963). Ray masih terlibat dalam produksi animasi stop-motion hingga awal dekade 80-an.

Pada era akhir 60-an hingga pertengahan 80-an film animasi nyaris tidak mengalami perkembangan yang berarti. Disney sepanjang dua dekade ini hanya mengeluarkan film-film animasi kelas duanya, seperti The Aristocats (1970), The Rescuers (1977), hingga Tron (1982). Sistem sensor yang mulai memudar di awal dekade 60-an juga berdampak pada film-film animasi seperti tampak pada karya-karya Ralph Bakshi. Salah satu arahannya, Fritz the Cats (1972) merupakan film animasi pertama yang mendapatkan rating X. Film ini berkisah tentang seekor kucing yang menyukai seks dan obat-obatan. Bakshi juga memproduksi animasi unik bertema fantasi, Wizard (1977) dan The Lord of the Rings (1978).
..
Perkembangan di Era 80-an hingga Kini

Spoiler for klik:

..
Pada era akhir 80-an hingga pertengahan 90-an Disney akhirnya kembali berjaya dengan film-film animasi konvensionalnya seperti pada era klasik. Diawali dengan kisah si putri duyung, The Little Mermaid (1989) yang sukses luar biasa sehingga pihak studio semakin bergairah memproduksi animasi sejenis. Sukses fenomenal berlanjut melalui film-film animasi seperti The Beauty and the Beast (1991), Alladin (1992), The Lion King (1994), Pocahontas (1995), serta Mulan (1998). Selain sukses komersil, The Beauty and the Beast juga tercatat sebagai film animasi pertama yang meraih nominasi Oscar untuk film terbaik. Sementara The Lion King pada masanya mencatatkan diri sebagai film animasi terlaris sepanjang sejarah. Semenjak era digital mendominasi, popularitas animasi tradisional Disney semakin menurun. Tercatat Home on the Range (2004) adalah film 2-D terakhir yang diproduksi Disney.
..
Pencapaian mengagumkan juga diperlihatkan film komedi Who Framed Roger Rabbit (1988) yang mampu menggabungkan animasi dengan aksi nyata secara meyakinkan. Film ini menampilkan nyaris semua ikon-ikon kartun era klasik baik Disney, WB, serta MGM. Teknik animasi stop-motion rupanya juga masih menjadi pilihan terbukti dengan suksesnya film The Nightmare Before Christmas (1993), James and the Giant Peach (1996), Chicken Run (2000), serta Wallace & Gromit: The Curse of the Were-Rabbit (2005). Animasi 2-D juga rupanya masih menjanjikan melalui adaptasi seri kartun televisi seperti Southpark: Bigger, Longer, and Uncut (1999), Pokemon The Movie (1999), The SpongeBob SquarePants Movie (2004) serta The Simpsons Movie (2007).
Spoiler for klik:



Rekayasa digital (CGI) pada pertengahan dekade 90-an akhirnya mulai mengambil-alih teknik animasi konvensional dengan pencapaian grafis yang sangat mengagumkan. CGI pun sudah lazim digunakan untuk efek visual film-film non-animasi, seperti Terminator 2 (1991) dan Jurrasic Park (1993). Dimotori oleh studio animasi Pixar, teknologi CGI mulai mendominasi pasar film-film animasi yang diproduksi pada dekade ini hingga mendatang. Bekerja sama dengan Disney, Pixar mengawali suksesnya melalui Toy Story (1995) yang menjadi tonggak sejarah perkembangan animasi di era digital. Kolaborasi Disney-Pixar berlanjut melalui film-film sukses berkualitas tinggi seperti, Toy Story 2 (1999), Monster Inc. (2001), Finding Nemo (2003), serta The Incredibles (2004). Pada tahun 2006, Disney membeli studio Pixar dan terbukti sukses dengan film-film berikutnya seperti Ratatouille (2007), serta yang baru lalu Wall-E (2008). Studio Dreamworks menjadi rival serius Disney melalui Shrek (2001) serta sekuelnya Shrek 2 (2004) yang sukses begitu fenomenal. Studio 20th Century Fox juga sukses melalui Ice Age (2002) bersama sekuelnya, Ice Age 2: The Meltdown (2006).

Spoiler for klik:


Dalam perkembangan tercatat beberapa film animasi produksi luar Amerika yang cukup menarik perhatian. Sekalipun tidak mampu bersaing secara komersil dengan film-film animasi produksi Amerika namun mereka menampilkan sesuatu yang berbeda sekaligus mampu bersaing dalam ajang bergengsi sekelas Academy Awards. Setelah sukses internasional melalui Princess Mononoke (1997), film animasi Jepang (anime) akhirnya mampu meraih Oscar melalui film fantasi petualangan unik, Spirited Away (2002). Film-film animasi unik produksi Perancis juga mendapat pengakuan tinggi di ajang yang sama, seperti The Triplets of Belleville (2003) serta Persepolis (2006). Dalam perkembangan ke depan rasanya film-film animasi produksi Amerika masih akan terus mendominasi pasar dunia. Film animasi tradisional 2-D lambat tapi pasti akan menghilang tergantikan oleh film animasi 3-D yang semakin tinggi kualitasnya. (hp)