Rabu, 27 November 2013

4 Kebiasaan yang Membuat Mudah Capek





























Anda sering mudah capek? Well, ternyata banyak yang mengalaminya. Baru saja duduk di depan komputer kantor, Anda mulai menguap. Sejam berlalu dari break makan siang, punggung Anda cenat-cenut alias pegal. Lalu Anda mulai mencari asupan sebagai pengganjal perut supaya mata dan tubuh Anda tetap bekerja. Padahal mendapatkan energi Anda kembali bisa lebih mudah dari yang Anda pikirkan lho. Pertama, cek dahulu apakah Anda sering melakukan kebiasaan-kebiasaan di bawah ini. Selanjutnya, cermati dan praktekkan solusinya.

1.    Kurang tidur

Fakta bahwa manusia setidaknya harus tidur minimal 7 jam sehari memang akurat. Kekurangan tidur dapat mengganggu konsentrasi dan kesehatan. Kurangnya kualitas tidur yang baik dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Dan kenaikan berat badan akan membuat Anda merasa lebih lelah dan lapar. Hati-hati, ini adalah ‘lingkaran setan’. Just remember, the next time you’re yawning: jangan meraih minuman berkafein yang manis, namun beralih lah ke sayuran atau buah. Selain itu, make sleep a priority. Patuhi jam tidur Anda dengan sebisa mungkin mengurangi frekuensi menatap layar laptop, TV, atau smartphone, sebelum beranjak tidur.

2.    Caffeine overload
Mengonsumsi kafein dengan dosis yang wajar dapat membantu mata Anda tetap terbuka (baca: meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi). Namun jika terlalu banyak meminumnya, kafein bisa meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan juga rasa cemas. Jika hal ini terjadi, maka kafein akan mengganggu sistem metabolisme pada tubuh yang mengarah pada kelelahan. Cara mengatasinya adalah dengan mengurangi konsumsi kafein secara bertahap, mulai dari teh, kopi, minuman bersoda, sampai obat berkafein. Penelitian menyebutkan jika Anda menghentikan konsumsi kafein secara ekstrim, kemungkinan besar rasa lelah akan muncul kembali.

3.    Dehidrasi
Air merupakan sumber vital bagi tubuh manusia. Situasi dimana Anda merasa haus saja, bisa diartikan Anda sedang mengalami dehidrasi. Saat dehidrasi, metabolisme tubuh lemah dan membuat kinerja Anda tidak stabil dan lalu kelelahan. Minumlah air sepanjang hari, minimal dua gelas air setiap satu jam. Cairan yang masuk ke tubuh akan menggantikan energi yang keluar dari tubuh saat menjalankan aktivitas. Bukti bahwa cairan tubuh Anda dalam keadaan baik? Warna urin yang terang.

4.    Pola makan

Makan terlalu sedikit alias diet ketat dapat menyebabkan kelelahan. Namun mengonsumsi banyak jenis makanan—yang salah—dapat menimbulkan masalah. Misalnya, makan sepiring spageti plus dua potong garlic bread akan mendaratkan glukosa lebih cepat ke tubuh Anda dibandingkan jika Anda menaruh seporsi kacang tawar, wortel, dan stroberi pada piring Anda. Menu terakhir ini disebut dengan karbohidrat kompleks. Serat dan protein tinggi yang dikandungnya akan memperlambat pelepasan glukosa ke dalam tubuh—yang artinya tidak menguras energi. Makan dengan diet seimbang dapat menjaga kadar gula darah dan mencegah perasaan lesu ketika gula darah Anda rendah. Saran CLEO, sarapan dengan protein dan karbohidrat yang cukup, seperti telur dengan roti gandum. Selain itu, sediakan selalu camilan sehat untuk persediaan energi sepanjang hari. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar